Program Melati Tuk Ketapang Terus Dimonitor



23 Aug 2020       Dilihat 340 kali       Administrator



Program Melati Tuk Ketapang Terus Dimonitor

PANGKALPINANG - Program ketahanan pangan yang dilakukan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kwarda Babel), yaitu Memanfaatkan Lahan Tidur Untuk Ketahanan Pangan (Melati Tuk Ketapang) terus dimonitor. Program yang diluncurkan pada bulan Juli lalu untuk Pulau Bangka, dilanjutkan di pulau Belitung, yang rencananya akan diluncurkan pada tanggal 26 Agustus mendatang.

Ketua Pelaksana kegiatan Melati Tuk Ketapang, Kak Wan Fahreza mengatakan, program ini salah satu kegiatan untuk mendukung program Kwarda Babel yang pengerjaannya melibatkan langsung kwartir cabang di bawahnya. Program ini juga sebagai evaluasi untuk mengetahui peran pembina atau pelatih Pramuka dalam memberikan edukasi dan memotivasi para peserta didik di lapangan.

"Kegiatan ini juga tidak menutup kemungkinan dapat menjadi bentuk usaha, baik level Kwartir Cabang, Ranting bahkan Gugus Depan," jelas Kak Wan Fahreza.

Tim panitia juga melakukan evaluasi bagi kwarcab yang sudah melaksanakan program tersebut. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk supervisi ke Kwarcab Pangkalpinang, Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan beberapa waktu lalu. Tim yang dipimpin langsung Wakil Ketua Bidang Binawasa dan Bela Negara Kwarda Babel, Kak Soemarno, sudah mengunjungi lokasi penanaman ubi jalar, budikdamber, dan aquaponic.

"Akan kami gabungkan terlebih dahulu dengan laporan daring yang dikirimkan oleh para peserta. Barulah evaluasi lengkap untuk mendapat hasil maksimal. Untuk saat ini kita telah mendapatkan hasil berdasarkan supervisi yang telah dilaksanakan," urai Andalan Urusan Bela Negara Kwarda Babel ini.

Melati Tuk Ketapang merupakan salah satu sistem kegiatan bagi para pembina atau pelatih di Kwartir-kwartir cabang atau ranting melaksanakan kegiatan pembinaan bagi peserta didik di tengah pandemi covid 19. Kegiatan inovatif ini dapat mendorong dan memotivasi peserta didik baik dari usia siaga, penggalang, penegak maupun pandega dalam menjalankan ketahanan pangan, berupa menanam umbi jalar di dalam karung, budikdamber lele (budidaya ikan di dalam ember) dan aquaponic (kangkung).

"Harapan kami, kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan skala rumah tangga yang dimulai dari keluarga anggota Pramuka itu sendiri. Kemudian dapat ditularkan kepada masyarakat sekitarnya sehingga menjadi tren di masyarakat Babel," jelasnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung peserta didik untuk meraih tanda kecakapan khusus, seperti pemberian tanda penghargaan Pramuka Garuda. Dia juga berharap program ini dapat menghasilkan sebuah produk baru bagi anggota Pramuka seperti keripik bijur atau bahkan tepung bijur.

"Saat ini sedang kami uji cobakan sehingga dapat mendukung salah satu program Kwarda Babel yaitu One Gudep One Produk," tutupnya. (*)


Sumber : Kwarda Babel
Penulis : Juliadi
Editor : Awan
Fotografer : Bidang Binawabene

Selamat Datang di Website Resmi Kwartir Daerah Kepulauan Bangka Belitung